Selasa, 18 Februari 2014

Terima Kasih Proff!!!



Malam ini mendpatkan sebuah pengalaman luar biasa dari salah satu program televisi yang menampilkan orang-orang pintar di bidang hukum dan kayanya saya tidak perlu untuk menyebutkan acara apa itu karena jelas kalian pasti tau kecuali kalian tidak punya Televisi di rumah kalian.

Kenapa saya bilang sebuah pengalaman luar biasa walaupun hanya sekedar siaran televisi itu di karenakan  sebuah pesan tersirat yang di sampaikan didalamnya yang begitu dapat menginspirasi kita para kaum muda yang masih begitu terbakar api idealism dan jiwa berontak yang begitu besar maka beruntunglah kalian yang telah menonto tayangan yang berdurasi sekitar dua jam tersebut. 

Ada sebuah pembelajaran yang dapat saya petik yaitu “ ketika kita ingin melakukan sesuatu maka kita harus mendasari hal tersebut dengan keilmuan yang sesuai, bukan asal bicara yang malah akan menjatuhkan kita.” Sebuah petikan yang begitu luar biasa yang dapat saya ambil dari sebuah steatment yang keluar dari seorang Guru besar kriminolog Indonesia Bapak. JE. Sehetapy (Maaf jika saya salah dalam menuliskan Nama). Begitu lantang beliau membicarakan menganalogikan dan bahkan memaparkan apa saja yang memang selalu ada bukti sahih keilmuan yang dapat beliau jadikan sebuah pembuktian dan memang hal itu membuat orang atau pun lawan bcara beliau harus berfikir dua kali utnuk membantahkan pernyataan beliau. Tak disitu saja, ketegasan dan kekuatan beliau dalam memegang almameter beliau sebagai seorang ahli hukum sangat begitu luar biasa yang mengukin kata sang pembawa acara “ hanya sedikit pengacara yang mengerti hukum, dapat ada begitu banyak pengacara yang banyak titel namun kurang mengerti hukum.” Kira-kira seperti itulah kalimatnya.

Hidupku, Hidup Kalian = Nikmati Saja Lah..

Hujan di pagi ini membuat aku kembali larut dalam tidur sampai siang yak arena begitu mensyukuri nikmat tidur jam 12 gini baru bangun deh tapi tidak apa-apa yang penting udah bangun kembali daripada tidak bangun-bangun nanti di kira mati lagi. Bangun tidur udah di kejutkan dengan mention twitter yang menyatakan aku punya m****n selusin, Subhannallah luar biasa sekali dan menjadikan aku seperti sosok yang gimana ya nnatinya??
Penggambaran melalui hal seperti itu membuat aku jadi malu sendiri dan yang jelas itu adalah sebuah cambuk peringatan supaya aku tidak seperti itu lagi karena ya memang indah sebentar namun yang di tuai nantinya seperti sebuah  efek domino dalam kehidupanku. Ya mau bagaimana lagi sudah di takdirin Tuhan untuk mudah menaklukan wanita ya di nikmatin aja dan yang jelas di jalankan aja sampai akhirnya aku sadar ini harus di akhiri untuk merubah perspektif orang terhadap, mau sampai kapan aku di bilang Buaya?? Tapi menurut seorang ahli Zoology ternyata buaya jantan itu hanya memiliki satu pasangan hidup selama hidupnya artinya menjadi seorang yang buaya itu adalah sebuah jalan menuju kesetiaan menurut pandanganku sementara ini. Tau deh kalau pandangan wanita?? Mungkin buaya masih identic dengan PLAYBOY cap Kabel+Isolasi kali ya??

Kamis, 13 Februari 2014

Saya menulis (Lagi), isinya ini apa??

Dunia memang menghadirkan begitu banyak keindahan yang di angap sebagai sesuatu yang bersifat harus ada da nada pula yang bersifat tak harus ada. semua ini memang telah diatur sedemikian rupa untuk menunjang kebutuhan mata dan penunjang kehidupan manusia dan makhluk lainnya di dunia ini.

Saling melengkapi adalah sebuah kalimat yang selalu di sampaikan untuk menyebut hal tersebut dan juga ada beberapa bumbu-bumbu simbiosis untuk membuat semuanya berwarna ya walaupun ada yang rugi da nada yang untung di siklus kehidupan ini.

Sebenarnya saya bingung ingin membicarakan apa saat ini karena sejujurnya a tidak ada hal yang hangat yang dapat saya angkat kedalam tulisan saya kali ini yang ada hanya beberapa steatment- steatment yang dapat saya ingat seharian ini. Mungkin sederhana namun saya yakin ini akan menjadi sebuah hal yang hangat mungkin, ya segala kemungkinan itu memang ada karena inilah dunia kita dunia yang di penuhi manusia-manusia dengan IQ yang membuat mereka terlihat pintar namun terkadang terlihat bodoh.

Hal pertama yang ingin saya bahas adalah ketika seseorang yang tak sadar akan kemampua yang ada dalam dirinya, nah hal ini adalah salah satu musuh besar seseoramh dalam mencpai kesuksesannya dan berujung pada kebingungan ingin mencapai apa dia nantinya. Minder adalah kata yang pas untuk orang seperti ini, ya sebuah kewajaran seseorang memiliki sifat minder karena itu sebenarnya di perlukan juga untuk apa untuk kita bersifat merendah. Ya sebenarnya semua sifat itu bernilai positif dan juga bernilai negative tergantung bagaimana orang menggunakan dan menyikapi hal itu.
  Begini bakat itu anugerah Tuhan yang sudah wajib kita memilikinya dan jelas semua tidak sama oleh karena tidak adanya persamaan itulah manusia berlomba-lomba mengasah bakat yang di milikinya untuk menunjang kehidupannya dan saya pertegas lagi harus di sesuaikan dengan kemauannya apa. Jangan sampai memaksakan kemauan malah menghambat bakat sesungguhnya dalam diri kita. Gali dan temukan apa sebenarnya yang dapat membuat kita bisa berguna dan menjadi slah satu dari ribuan orang yang terhormat di dunia ini. Ini baru sikap minder yang menghalangi langkah kita , bayangkan masih banyak rintangan dan halangan yang jelas bertubi-tubi menghujam kita, karena apa, karena menuju kesuksesan itu perlu pengorbanan, perlu tantangan dan perlu air mata kata Bapak Dahlan Iskan, saya hanya mengutip dan mengambil semangat dari kehebatan kalimat tersebut. Dan satu hal lagi menuju kesuksesan bukan berdasarkan orang itu harus tampan ataupun cantik, kaya, tapi kesuksesan itu harus di kejar bukan di tunggu karena dia tidak akan pernah datang seberapa lama pun kalian menunggu. Menunggu itu hal yang membosankan iya kan?? Yang setuju silahkan berdiri dan angkat tangan kalian lalu kepalkan dan bilang bahwa “ saya adalah pejuang, pejuang untuk mencapai apa yang saya inginkan tanpa lelah untuk satu tujuan yaitu kesuksesan!!”. Saya mengaminkan bagi kalian yang mengucapkan hal tersebut dan jelas saya adalah orang pertama yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan kekuatan fikiran untuk melaksakannya.

Jadi kesana- kemari nih tulisan, ya itu tadi karena saya bingung mau nulis apa?? Saya hanya kebingungan dan sedikti kasihan melihat blog pribadi saya sudah lama tidak saya isi dengan tulisan-tulisan yang tidak jelas maksud dan tujuan, tapi semoga bagi siapa saja yang membaca ataupun tanpa sengaja ngebuka Link dari blog saya terkesan dan tidak marah-marah terhadap saya Amiin.

Sebenarnya tak ingin terlalu panjang menulis mala mini namun setelah rehat sejenak semnagt menulis ini malah timbul lagi seakan ada saja yang di tulis sebeanrnya tak ada apa-apa yang membuat saya semangat untuk menulis sepeti ini.

Ada hal yang terasa asik beberapa bulan ini yaitu dimana tayangan yang menayangkan asiknya berjoget hampir seperempat waktu 24 jam hadir menemani penonton Indonesia yang notabenenya perlu hiburan instan tanpa perlu biaya yang mahal atau bahkan gratis ya mencari sesuatu yang gratisan untuk kepuasan setelah penat menjalani hari setiap harinya. Lalu apa hubungannya dengan saya?? Sebenarnya sih tidak ada hubungan apa-apa dengan saya hanya saja orang di sekitar saya punya hal yang hangat memperbincangkannya mulai dari hal yang positif sampai negative sampai isu-isu tak jelas. Ya itulah makna intertenment sekarang ini perlu bumbu-bumbu biar tambah sedap di rasa dan di nikmati.

Ups kayanya jangan terlalu jauh deh membicarakan itu karena itu punya hak siar dan hak cipta atas apa yang di tampilkan, nanti malah tersangkut undang-undang yang berlaku di negeri ini. Takut sih tidak hanya saja tidak ingin berurusan dengan segala hal yang seperti itu.

Oke cukuplah pembahasan tak tentu arah ini karena nantinya dikira orag-orang saya adalah orang stress yang lagi sok ingin jadi penulis atau writer freak. Takutnya lagi di kira sedang skripsi addict. Padahal sebenarnya Cuma gara-gara ingin menulis dan yang jelas karena kurang kerjaan.

Saya Novyandi Saputra

Terima kasih.

Rabu, 13 Maret 2013

Rakus (not Racun Tikus)



 "Jika kau siap memimpin, apakah kau juga siap untuk tak Rakus?"
 
Semua orang memang selalu berkehendak lebih dengan apa yang dia inginkan, bahkan terkadang melebihi dengan apa yang telah dia kerjakan untuk mencapainya. Bisa dibilang semua itu masuk dalam kategori munafik. Sebenarnya semua hal yang kita inginkan akan menjadi sebuah yan luar biasa apabila kita mampu menyukurinya dengan segala kekurangan yang terkandung dalam kelebihannya. Memang seperti itulah sikap dan sifat manusia selalu menginginkan lebih dari pencapaiannya, sifat yang telah di miliki oleh begitu banyak tokoh di dunia yang semestinya telah menjadi contoh untuk kehidupan sekarang dan akan datang agar menjadi lebih baik, bukan malah menjadi contoh yang harus di turuti.

Semua memang berasal dari hati kemudian menuju otak sebagai legeslatif dan anggota badan sebagai eksekutifnya, walaupun terkadang hati mampu berperan sebagai yudikatif, yudikatifnya hati terkadang telah di gerogoti oleh tikus-tikus keserakahan hawa nafsu. Apakah itu sebuah analogi dengan pemerintahan sekarang??? Mungkin akan saya serahkan kepada para penikmat tulisan saya saja bagaiamana perspektifnya terhadap analogi tersebut. Karena saya masih berkeyakinan tidak semua orang memiliki pola fikir yang bersih untuk menyatakan kebenarannya.

Pemerintahan merupakan sebuah wadah berasas birokrat yang sepertinya menjadi ladang keju bagi para pelaku keserakahan dari masa-kemasa. Mulai dari jaman kerajaan sampai kejaman pemerintahan yang memiliki beragam asaz dalam menjalankannya, mualai dari negara kecil ssampai negara besar, mulai dari negara berkembang sampai negara maju sekali pun, sifat kerakusan seperti wajib ada untuk menghiasa dunia pemerintahan.

Indonesia sebuah negara yang terdiri dari beberapa pulau berasazkan domkratis dalam menjalankan pemerintahan pun menjadi korban kerakusan mereka yang punya kedudukan. Pertanyaannya sekarang sejak kapan itu terjadi?? Mungkin semua orang akan bilang tidak tahu akan hal itu, kenapa?? Karena semua itu hanyalah aib untuk negeri ini dan hanya membuat ibu pertiwi menangis mengandung badan luka. Begitu banyak kasus-kasus yang tak terungkap, begitu banyak hal-hal yang seharusnya nyata menjadi tabu untuk dikupas dan dinyatakan kebenarannya. Sampai kapan semua ini akan berakhir?? 

Siapa lagi yang harus menanggung dosa yang telah terkandung tanah ini, semoga saja akan menjadi sebuah khayal menakutkan bagi seluruh rakyat bangsa ini untuk pelecut kembalinya ke masa terbaik penyucian seluruh tubuh ibu pertiwi dimata mereka yang terlalu fundamental akan kerakusannya. Sekedar harapan memang, namun kalau bukan saya dan kalian yang merupakan salah satu anak muda yang terlahir dan menikmati apa yang ibu pertiwi berikan selama hidup kalian. Adakah rasa syukur untuk sekedar berterima kasih? Adakah sekedar pengorbanan menjaganya yang telah sekian abad menahan gempuran dan goresan alat-alat pencabik harta anak bangsa dalam tubuh ibu pertiwi.

Pertanyaan sekarang dari sekian banyak rezim yang terjadi di Indonesia, mengapa rakyat selalu merasa masih terasa nyaman dengan rezim orde baru?? Ada apa dengan masa rezim  yang di gaungkan oleh Pak harto yang katanya “the living legend” ini?? Stabilitas sosial dan keamanaan yang terjaga?? Stabilitas pangan terpenuhi?? Atau apa?? Apa yang membuat rakyat seakan ingin kembali kemasa itu?? Memang saya akui dari beberapa buku yang saya baca pak harto mempunyai cara merebut hati rakyat sejak sebelum “Kudeta Merangkak” sampai 32 tahun lamanya beliau memimpin, kembali rezim beliau di rindukan. Luar biasa. Dimasa itulah kerakusan akhirnya beranak pinak menjadi raja diatas kekuasaan, memoar-memoar kerakusan seakan berkumandang secara diam-diam lewat mulut-mulut mereka yang punya kuasa, ada indikasi pula pada masa itu mempunyai spirit kerjanya “jika kau punya kedudukan, maka nikmatilah apapun yang kau inginkan.” Lalu pertanyaannya, siapa yang tidak mau menjadi pemimpin dimasa itu?? 

Lalu bagaimana dengan rezim demokratis yang di Gaungkan Pak SBY?? Ada yang salah dengan rezim beliau?? Sepertinya tidak ada yang salah,tapi entah lah karena saya bukan orang yang suka dengan dunia politisi yang penu intrik-intrik membangun menjatuhkan lawan terkadang kawan. Terkadang menurut saya adanya opisisi pemerintahan yang terjadi dimasa 5 tahun kedua pemerintahan beliau. Kembali menurut saya pak Beye seakan sekarang melakukan pemerintahan untuk membalas jasa mereka yang dulunya mampu membantu beliau, kembali lagi menurut saya itu hanya sebuah analisis pemerintahan yang saya buat.

Dibalik semua rezim itu sebenarnya apakah pernah rakyat melakukan penagihan janji yang telah diberikan?? Apakah pernah pemimpin bangsa ini merealisasikan semua amanahnya?? Kembali kepada hati yang akan bertindak sebagaimana mestinya sebuah lembaga yudikatif bagi dirinya pribadi. Tak banyak memang dapat seorang pemimpin berikan, namun berapa banyak kerja nyata baginya demi bangsa ini dan kelangsungan hidup rakyat yang menghidupinya
.
Sekarang memang bukan jamannya lagi adu fisik kekuatan, sekarang adalah jamannya beradu intelektualitas. Siapa yang paling pintar maka dialah yang akan berkuasa, siapa yang agak bodoh maka bersiaplah menjadi sapi perah tak ada hasil.

“Menjadi Pelayan memang sedikit rendah, namun tahukah anda menjadi pemimpin sebenarnya tak berbeda seperti pelayan, tergantung seberapa besar kita memuliakan pekerjaan tersebut”

Jumat, 08 Maret 2013

Anak kampung, apa Salahnya?? (Part I)



Niatku ketika sudah memasuki perguruan tinggi, “aku sudah tidak ingin mengikuti organisasi intra Kampus apapun itu.” Ucapku dalam hati waktu itu. Berhasil memang selama satu tahun lebih tidak ada namanya organisasi intra kampus yang ku ikuti bahkan untuk sekedar berteman . memang benar kaya orang-orang kalau sikap paling edialis itu kita ciptakan ketika status kita sudah menjadi mahasiswa, terlepas dari mahasiswa itu mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa kutu buku, ataupun mahasiswa aktifis atau organisator semua memiliki edialis sesuai dengan pola fikir mereka masing-masing yang mana imbasny a adalah bagaimana nantinya cara pergaulan dan bersikap dilingkungan kampusnya itu sendiri. Ya itulah mahasiswa, pemuda-pemuda yang memiliki kekuasaan bahkan untuk menjatuhkan seorang presiden sekalipun. Jadi ingat orasi Presiden pertama Republik ini yang saya baca di Buku Jas Merah “Butuh 1000 orang tua untuk mengangkat gunung Semeru, tapi cukup 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia!!”, ucapnya saat berorasi kala itu (semoga orasi yang saya tulis benar ya ^_^V). Bayangkan kehebatannya seorang pemuda ya kalau boleh dibilang mahasiswa lah sekarang.
Baik langsung saja kayanya saya bercerita bagaimana perjalan rahasia saya di dunia organisasi. Yang jelas saya belajar berorganisasi pertama adalah dirumah saya dengan sedikit sikap otoriter dari kepala rumah tangga  organisasi keluarga saya.di keluarga saya di didik dengan sikap otoriter, keras, mandiri,biJaksana, dan ya mungkin kalian juga mengalami apa saya rasakan ketika itu. Yang jelas alasan pendidikan seperti itu selalu ada embel-embel, “itu untuk kebaikan mu nak...” kata hampir semua orang tua kepada seluruh anak-anaknya dirumah. Lanjut ke  Masa selanjutnya masa Sekolah Dasar atau yang lebih akrab di sebut SD. Sorry ya kawan saya Tknya Eksel, jadi langsung ke SD aja bukannya sombong sih hanya saj kebetulan di kampung saya tidak ada Tknya. Masa Sekolah Dasar saya lalui begitu saja dengan masa anak kecil yang luar biasa bermain, nangis, berkelahi dan ya kenakalan-kenakalan anak kecil, saya yakin masih saja  sama tidak berbeda. Tapi di masa Sekolah Dasar inilah saya mengenal organisasi pendidikan pertama saya, apa itu?? Menjadi seorang sekretaris kelas di kelas 3. Jadi sekretaris yang waktu itu sangat membanggakan bagi saya dan terutama bagi perkembangan berorganisasi saya sekarang, bertanggung jawab dan loyalitas pada masa anak-anak memang sedikit luar biasa. Ada kelucuan ketika mengingat, ada kebanggaan ketika dirasakan, dan sedikit haru ketika menyadari apa yang saya dapatkan sekarang. Itu baru kelas tiga, kelas 4 sampai kelas 6 selalu saja masuk kepengurusan kelas yang sebenarnya kalau boleh dibilang kami yang jadi pengurus hanya tahu Tanggung jawab dan slalu mengerjakan apa yang di perintahkan oleh wali kelas dan guru-guru masa sekolah itu.
Sejak saat itu setiap tahuan ajaran baru tidak jauh-jauh jabatan saya dari ketua kelas sampai seksi-seksi (sekarang divisi disebutnya) dalam susunan organisasi di sekolah waktu itu. Luar biasa memang sangat membanggakan memang. Pengalaman dimasa SD itu juga awal saya menekuni dunia Pramuka ya sebuah organisasi yang  berdiri pada tahun 1961 di pelopori sama Baden powell si bapak pramuka dunia. Di pramuka dulu ya baju saya masih yang kain biasa aja, trus pake baret, ada pisau belati plus tali putih sebesar gelang tangan, ada peluit ditambah kacu juga dan lambang-lambang pramuka mulai boy scout sampai lambang pramuka daerah Kalimantan selatan juga sama lambang pramuka siaga. Pertama ikut pramuka saya memang sedikit grogi juga malu-malu arena waktu masih kecil saya phobia sama gelap malam. Itu juga karena saya fikir pramuka kerjaannya jalan-jalan di malam hari ga jelas gitu tapi ternyata banyak manfaatnya. Itu pengalaman di SD dulu kawan, masih banyak hal yang tidak saya ungkap mungkin karena terlalu privasi atau juga mungkin karena sudah lupa seluruh kejadiaanya.
Lanjut masa SMP, menurut kalian apa yang saya lakukan dimasa SMP??? Udah mulai kenal Cewe?? Udah berani kencing sendirian malam-malam?? Atau masih kaya waktu SD agak culun-culun manja dengan ketampanannya??  Mari kita lihat saja di cerita dibawah ini....................
terlalu formal kayanya kalau aku pake subjek saya, jadi pake subjek aku aja ya.. 
SMP masa menangah pertama dimana pergaulan dan lingkungan ku sudah mulai sedikit meluas, sudah memiliki teman-teman baru dan guru-guru baru yang ternyata sulit di prediksi seperti apa mereka di awal masuk sekolah.
Disini dimana aku mulai mengenal sebuah lingkungan baru namun entah kenapa semua organisasi intra sekolah tak satupun aku ikuti tak banyak yang dapat ku ceritakan tentang masa keorganisasian kala itu. Mungkin karena masa peralihan siklus menuju remaja yang dewasa sehingga sedikit terlupakan apa makna keorganisasian saat itu. Bahkan sampai aku lulus disana tak ada namaku terpampang di buku sejarah sekolah itu sebagai seorang pemimpin atau apapun divisinya. Entah apa yang ada dibenakku saat itu. Tapi walau bagaimanapun masa itu adalah salah satu masa terbaikku dalam menjalani hidup karena bagiku setiap fase kehidupan merupakan retorika baik dari Sang Penguasa Alam.
SMA, sekolah Menengah Keatas yang sangat bersejarah bagiku karena begitu banyak hal-hal luar biasa disini. Mulai dari keberanianku sebagai pemuda kampung yang bersekolah di kota besar yang punya gelar kota pelajar, kehidupan berkesenian, sampai merasakan nikmatnya organisasi yang lama aku tinggalkan.
Langsung saja ke isi cerita, dimana awal yang sungguh diluar dugaan semua orang aku seorang anak petani kampung berani memilih jalan yang luar biasa yaitu bersekolah dikota besar. Kenpa diluar dugaan?? Yang awalnya niat hanya ingin liburan dengan teman satu SMP ku dulu Ke Banjarbaru, tiba-tiba di jalan kami terfikirkan untuk coba-coba mendaftar di sekolah-sekolah yang tersebar di banjarbaru, Dari coba-coba inilah akhirnya kami bisa berstatus salah satu siswa di sekolah Idaman kami. Berniat pengen masuk sekolah unggulan akhirnya hatiku jatuh cinta disalah satu sekolah non unggulan, ya hanya karena ada seperangkat Gamelan yang ku lihat di aulan sekolah itu pilihan sudah bulat akan bersekolah disana tanpa memikirkan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Agak sedikit bersinggungan dengan ke inginan kakak dan orang tua waktu itu, namun akhirnya mereka memahami kenapa aku begitu ingin sekolah disana.
Bersekolah dikota besar sekelas Banjarbaru memang butuh fisik dan mental yang luar biasa bagaimana tidak, begitu banyak hal-hal yang tidak ku dapatkan dan tidak ku bayangankan terjadi di kota besar ini. Awal masuk saja aku sudah harus salah jadwal P2B sekolah, seharusnya minggu depan aku malah udah yolong aja ke sekolah itu, jadilah aku ditertawakan paman sekolahan. Tapi tidak masalah hidup memang harus selalu berjuang jika kita ingin keberhasilan di hadapan kita.
Ada sebuah kejadian yang sangat menginspirasi kehidupan ku sampai sekarang ini, pada sebuah kelas mata pembelajaran TIK, sejenis pemahaman tentang pengaplikasian Komputer, aku yang memang orang kampung dan tak pernah mengetahui bagaimana menggunakan komputer seeperti orang linglung yang berusaha meminta bantuan teman disamping saat itu. Tak hanya itu kemudian si Bapak yang memberikan mata pelajaran ini juga akhirnya menghinaku ketika melihat asal kelahiranku yaitu “Panggung”. “Ada yang salah dengan nama tempat kelahiran ku itu ya??” kataku dalam hati saat itu. Sungguh penghinaan yang luar biasa. Yang membuat ku sangat kecewa adalah ibuku dibawa-bawa saat itu. Mereka tidak menyadari betapa besar perjuangan ibuku dalam melahirkanku. Penghinaan itu menjadi cambuk pelecutku sejak saat itu hingga aku berjanji dan berprinsip, “Semakin kita bersalah dari daerah ujung, maka semakin kita harus menjadi besar didaerah yang besar!!.” Dan kalimat itu sungguh menjadikanku pribadi yang luart biasa setelahnya. Tak ada kata takut, minder, bahkan untuk berkata tidak pun pantang dalam hidupku selama aku masih bisa melakukannya. Bapak guru yang tadinya menghinaku pun akhirnya iba kepada dan tanpa sadar begitu banyak mereka yang sayang kepadaku setelahnya berdasarkan sikapku yang sederhana dan selalu berkata iya ketika diperintahkan. Itu salah satu pengalaman heroikku kala itu.
Ada lagi sebuah kejadian yang bagiku membuatku pemberani berbicara di depan umum untuk menyampaikan retorika-retorika. Pagi senin itu dimana semua orang berbaris dan aku terpaksa harus menjadi pemimpin upacara setelah tak seorangpun di kelasku mau menjadi pemimpin upacara, semua susunan kata salah, kegugupan yang luar basa kala itu menyelimuti jiwaku, sehingga semua orang yang mengikuti upacara itu tertawa namun hanya ada 3 orang yang tak tertawa dan selalu meyakinkanku kala itu, dia adalah Mas Eko si bapak guru TIK, Pak Arul si guru Olahraga yang sudah aku anggap seperti kakakku sendiri dan Ibu Elly wali kelas yang punya keyakinan bahwa aku akan menajdi orang besar suatu saat nanti, semoga saja Ibu Amiiiiiin. Tak bisa kutahan rasa maluku, namun ada sebuah sisi yang kurasakan berbeda saat itu yaitu sisi keberanianku yang keluar disaat semua orang tak ada yang berani, sisi pembawaan diriku yang sederhana disaat semua orang menertawakanku, apa benar itu aku si anak kampung?? Ya ternyata benar itu adalah aku si anak kampung anaknya petani. Sejak saat itu kembali ada kata bijak yang menghiasiku “Berani mencoba walau gagal akan mengarah keberhasilan jua nantinya, belum mencoba sama sekali maka tak ada kata berhasil dalam hidupmu!!” sangat luar biasa masa itu dan ya memang benar sampai sekarang sungguh sangat berpengaruh.
Di Masa SMA ini Pula Lah aku mulai mengalami CLBK sama Pramuka dan dunia Pegunungan, Mulai dari Pramuka sekolah< sampai pramuka eksternal sekolah semua ku Ikuti sampai kami punya Basecamp di pos satpam SPP SPMA Banjarbaru (tempat kerjanya Ka Abdus si Penggila Pramuka sampai mati) dan juga pada akhirnya kami membuat perkumpulan yang kami berinama “Gila Pramuka Banjarbaru”. Ada yang sanggup gila-gilaan dengan dunia pramuka yang dimanapun ada acara pramuka selalu berusaha hadir mengapresiasi acaranya.
Tiga masa yang luar biasa di lihat dari siklus bersekolahku dari SD, SMP, sampai masa SMA yang menjadikanku seperti Sekarang ini. Mohon maaaf di episode kali ini tidak dibahas masalah percintaan, kehidupan yang begitu privasi, dan pergaulan dengan teman-teman dimasa-masa tersebut.
Ucapan terimakasih untuk kalian para orang-orang yang telah berjasa di 3 dimensi waktu sekolah yang sungguh sangat luar biasa bagi aku pribadi, tak ada benci, tak ada luka dan tak ada lupa. Semua yang terjadi adalah sebuah prosesku menjalani kehidupan dengan fase-fase yang luar biasa.

“Tak ada kata Lupa untuk kalian
hanya segenggam rindu di ujung lidah saat bertemu harapku”